Hub dan Ikhlas


Nama               : Ismi Wakhidatul Hikmah

NIM                : 15530061

MATKUL       : Ma’anil Qur’an


1.      Kupas tuntaslah Hub dan Ikhlas dalam al-Qur’an!

1.      HUBB

1.      Pengertian hubb (cinta) dalam al-Quran

Mengenai cinta atau mahaabbah berasal dari kata ahabba-yuhibbu-mahabbatan yang bearti mencintai secara mendalam, kecintaan atau cinta yang mendalam.[1] Ibnu Mundzir juga mengatakan bahwa mahabbah bearti lawan kata dari al-Baghd ( benci )[2]. Ar-Raghib al-Asyhfihani juga mengatakan dalam kitabnya adalah bahwa cinta juga bearti lebih dari rasa keinginan[3], dan juga dikatakan oleh Thaha Muntaha mengatakan bahwa hub berartikan cinta. [4]

      Al-mahabbah/ al-hubb terambil dari kata al-hibbah merupakan benih, karena benih adalah asal muasal tanaman sebagai sumber kehidupan sebagaimana cinta. Tokoh lain menyatakan bahwa al-mahabbah itu diambil dari hub yang bearti tempayang penuh air tenang, karena jika cinta itu telah memenuhi hati maka taka da ruang bagi pikiran selain yang dicintai. Ada juga yang mengatakan bahwa al-mahabbah diturunkan dari al-habb, jamak al-habbah yang bearti relung hati dimana cinta bersemayam, ada juga mengatakan alhabab yaitu gelembung-gelembung air dan luapan-lupanya waktu hujan lebat karena cinta itu luapan hati yang merindukan persatuan-persatuan dengan kekasih. Ini sebagaiman badan bisa hidup, karena ada ruh, begitu juga hati bisa hidup karena cinta, cinta bisa hidup karena melihat dan hidup dengan kekasih. [5]

2.      Bentuk kosa kata   الحب dan derivasinya dalam al-Quran

Kalimat  الحب didalam al-Quran yang berhuruf dasar ha-ba-ha dalam berbagai bentuknya ada 95 kali penyebutan. Sebanyak 86 kali menunjuk pada arti cinta dan 9 kali menunjuk pada makna biji-bijian. Hal ini muujukan bahwa al-Quran sangat emperhatikan masalah cinta. Kalian sebagai ahlul quran jangan menodai makna cinta yang suci[6]

a.          يحبون : dalam bentuk fiil mudhore’ baik yang disandarkan dengan dhomir atau tidak sebanyak 65 kali, al-Baqarah :165

šÆÏBur Ĩ$¨Z9$# `tB äÏ­Gtƒ `ÏB Èbrߊ «!$# #YŠ#yRr& öNåktXq6Ïtä Éb=ßsx. «!$# ( tûïÉ©9$#ur (#þqãZtB#uä x©r& ${6ãm °! 3 öqs9ur ttƒ tûïÏ%©!$# (#þqãKn=sß øŒÎ) tb÷rttƒ z>#xyèø9$# ¨br& no§qà)ø9$# ¬! $YèÏJy_ ¨br&ur ©!$# ߃Ïx© É>#xyèø9$# ÇÊÏÎÈ  

“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu[106] mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah Amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).” (QS. al-Baqorah: 165)



b.      حبه       : dalam bentuk fiil madzi baik yang disandarkan dhomir atau tidak ada 3 kali, al-Baqarah :177 dan al-An’am : 95

* }§øŠ©9 §ŽÉ9ø9$# br& (#q9uqè? öNä3ydqã_ãr Ÿ@t6Ï% É-ÎŽô³yJø9$# É>̍øóyJø9$#ur £`Å3»s9ur §ŽÉ9ø9$# ô`tB z`tB#uä «!$$Î/ ÏQöquø9$#ur ̍ÅzFy$# Ïpx6Í´¯»n=yJø9$#ur É=»tGÅ3ø9$#ur z`¿ÍhÎ;¨Z9$#ur tA#uäur tA$yJø9$# 4n?tã ¾ÏmÎm6ãm ÍrsŒ 4n1öà)ø9$# 4yJ»tGuŠø9$#ur tûüÅ3»|¡yJø9$#ur tûøó$#ur È@Î6¡¡9$# tû,Î#ͬ!$¡¡9$#ur Îûur ÅU$s%Ìh9$# uQ$s%r&ur no4qn=¢Á9$# tA#uäur no4qŸ2¨9$# šcqèùqßJø9$#ur öNÏdÏôgyèÎ/ #sŒÎ) (#rßyg»tã ( tûïÎŽÉ9»¢Á9$#ur Îû Ïä!$yù't7ø9$# Ïä!#§ŽœØ9$#ur tûüÏnur Ĩù't7ø9$# 3 y7Í´¯»s9'ré& tûïÏ%©!$# (#qè%y|¹ ( y7Í´¯»s9'ré&ur ãNèd tbqà)­GßJø9$# ÇÊÐÐÈ  

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. al-Baqarah; 177)

* ¨bÎ) ©!$# ß,Ï9$sù Éb=ptø:$# 2uq¨Z9$#ur ( ßl̍øƒä ¢ptø:$# z`ÏB ÏMÍhyJø9$# ßl̍øƒèCur ÏMÍhyJø9$# z`ÏB ÇcyÛø9$# 4 ãNä3Ï9ºsŒ ª!$# ( 4¯Tr'sù tbqä3sù÷sè? ÇÒÎÈ  

“Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, Maka mengapa kamu masih berpaling?” (QS. al-An’am: 95)



c.       حبا        : dalam bentuk masdar baik yang disandarkan dhomir atau tidak ada 17 kali, al-Baqarah : 261 dan al-an’am: 95

ã@sW¨B tûïÏ%©!$# tbqà)ÏÿZムóOßgs9ºuqøBr& Îû È@Î6y «!$# È@sVyJx. >p¬6ym ôMtFu;/Rr& yìö7y Ÿ@Î/$uZy Îû Èe@ä. 7's#ç7/Yß èps($ÏiB 7p¬6ym 3 ª!$#ur ß#Ï軟Òム`yJÏ9 âä!$t±o 3 ª!$#ur ììźur íOŠÎ=tæ ÇËÏÊÈ  

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (QS. al-Baqarah: 261)

* ¨bÎ) ©!$# ß,Ï9$sù Éb=ptø:$# 2uq¨Z9$#ur ( ßl̍øƒä ¢ptø:$# z`ÏB ÏMÍhyJø9$# ßl̍øƒèCur ÏMÍhyJø9$# z`ÏB ÇcyÛø9$# 4 ãNä3Ï9ºsŒ ª!$# ( 4¯Tr'sù tbqä3sù÷sè? ÇÒÎÈ  

“ Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, Maka mengapa kamu masih berpaling?” (QS. al-An’am: 95)

3.      Makna relasional [7]

Dalam al-Quran kata الحب dengan berbagai bentuknya ditemukan sebanyak 3 makna:

a.       Cinta/ ketertarikan karena unsur biologis seperti halnya cintanya seorang lelaki kepada perempuan atau yang lain. seperti dalam quran surat al-Insan ayat 8

tbqßJÏèôÜãƒur tP$yè©Ü9$# 4n?tã ¾ÏmÎm7ãm $YZŠÅ3ó¡ÏB $VJŠÏKtƒur #·ŽÅr&ur ÇÑÈ  

“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.”  (QS. al-Isnan: 8)



b.      Cinta karena manfaatnya seperti cinta terhadap sesuatu yang bisa dimanfatkan seperti dalam surat  shaff ayat 13

3t÷zé&ur $uhtRq7ÏtéB ( ׎óÇtR z`ÏiB «!$# Óx÷Gsùur Ò=ƒÌs% 3 ÎŽÅe³o0ur tûüÏZÏB÷sßJø9$# ÇÊÌÈ  

“Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.” (Qs. Shaff: 13)

c.       Cinta karena adanya unsur penghormatan/ keutamaan, seperti halnya cintanya ahli ilmu kepada ahli ilmu lainya karena ilmunya dan lainya. . seperti dalam surat  at-taubah ayat 108

Ÿw óOà)s? ÏmÏù #Yt/r& 4 îÉfó¡yJ©9 }§Åcé& n?tã 3uqø)­G9$# ô`ÏB ÉA¨rr& BQöqtƒ ,ymr& br& tPqà)s? ÏmÏù 4 ÏmÏù ×A%y`Í šcq7Ïtä br& (#r㍣gsÜtGtƒ 4 ª!$#ur =Ïtä šúï̍Îdg©ÜßJø9$# ÇÊÉÑÈ  

“Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguh- nya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. dan Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (QS. at-Taubah: 108)





2.      IKHLAS

a.       Makna dasar kata Ikhlas

Kata ikhlas yang mempunyai asal kata خلص- يخلص-خلوصا, yang berarti murni, tidak kecampuran.[8] Sedangkan الإخلاص sendiri dalam kamus Al-Munawwir memiliki arti الصاحة : keikhlasan, ketulusan hati[9]



b.      Derivasi kata Ikhlas

Adapun derivasi kata ikhlas dalam Al-qur’an telah disebutkan sebanyak 31 kali.[10]

1.      خلصوا disebutkan 1 kali dalam QS Yusuf: 80

2.      أخلصناهم disebutkan 1 kali dalam Qs Sad: 46

3.      أخلصوا disebutkan 1 kali dalam QS An-Nisa’: 146

4.      أستخلصه disebutkan 1 kali dalam Qs Yusuf:54

5.      الخالص disebutkan 1 kali dalam Qs Az-Zumar: 3

6.      خالصا disebutkan 1 kali dalam QS An-Nahl: 66

7.      خالصة disebutkan sebanyak  5 kali, diantaranya terdapat dalam QS Al-Baqarah:94 QS Al-An’am:39 Dan QS Al-Ahzab:50

8.      مخلصا disebutkan 3 kali dalam QS Az-Zumar:3,11 Dan 14

9.      مخلصا disebutkan 3 kali dalam QS Az-Zumar:3,11 Dan 14

10.  مخلصون disebutkan 1 kali, dalm QS Al-Baqarah:139

11.  مخلصين disebutkan sebanyak 7 kali, diantaranya terdapat dalam QS Al-A’raf:29 QS Yunus:22 Dan QS Al-Ankabut:65

12.  مخلصا disebutkan 1 kali dalam QS Maryam:51

13.  المخلصين disebutkan sebanyak 8 kali, diantaranya terdapat dalam QS Yusuf:24 QS Al-Hijr:40 QS AS-Shaffat: 40 



c.       Relasional kata Ikhlas dengan Al-qur’an

Adapun relasional kata Ikhlas dalam Al-qur’an diantaranya sebagai berikut:

1.      Khalishah, yang mempunyai arti khusus, seperti dalam Q.S Al-Baqarah: 94

ö@è% bÎ) ôMtR%x. ãNà6s9 â#£9$# äotÅzFy$# yYÏã «!$# Zp|ÁÏ9%s{ `ÏiB Èbrߊ Ĩ$¨Y9$# (#âq¨ZyJtFsù |NöqyJø9$# bÎ) ÷LäêYà2 šúüÏ%Ï»|¹ ÇÒÍÈ  



“Katakanlah: "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian(mu), jika kamu memang benar”.

2.      Khalish, yang berti bersih tidak tercampur noda apapun, seperti dalam Q.S Az-Zumar: 3

Ÿwr& ¬! ß`ƒÏe$!$# ßÈÏ9$sƒø:$# 4 šúïÏ%©!$#ur (#räsƒªB$# ÆÏB ÿ¾ÏmÏRrߊ uä!$uŠÏ9÷rr& $tB öNèdßç6÷ètR žwÎ) !$tRqç/Ìhs)ãÏ9 n<Î) «!$# #s"ø9ã ¨bÎ) ©!$# ãNä3øts óOßgoY÷t/ Îû $tB öNèd ÏmÏù šcqàÿÎ=tGøƒs 3 ¨bÎ) ©!$# Ÿw Ïôgtƒ ô`tB uqèd Ò>É»x. Ö$¤ÿŸ2 ÇÌÈ  

Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan Kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.” (QS. Az-Zumr: 3)





3.      Mukhlishin berarti orang-orang yang memperjuangkan agamanya. Kata mukhlisin selalu diikuti dengan kata له الدين. Seperti dalam Q.S Al-A’raf: 29

ö@è% zsDr& În1u ÅÝó¡É)ø9$$Î/ ( (#qßJŠÏ%r&ur öNä3ydqã_ãr yZÏã Èe@à2 7Éfó¡tB çnqãã÷Š$#ur šúüÅÁÎ=øƒèC ã&s! tûïÏe$!$# 4 $yJx. öNä.r&yt/ tbrߊqãès? ÇËÒÈ  

“Katakanlah: "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan". dan (katakanlah): "Luruskanlah muka (diri)mu[533] di Setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepadaNya)". (QS. Al-A’raf: 29)







[1] Lihat kamus yunus, kamus arab indoneia( jakarta: hidakarya Agung, 1990),h 96.
[2] Ibnu mundzir, lisa al-arab
[3] Ar-raghib al-asyfihani, mufrodat al-quran
[4] K.H Thaha Muntahab, kamus al-quran invormative.
[5] Abul Qasim Abdul Karim Hawazin a.-Qusyairi An-Naisaburi, risalah Qusyairiyah:sumber kajian ilmu tasawuf , penyunting: Umar Faruq, ( Jkarta: pustaka Amani,1998), h 477-478
[6] Muhammad fuad abdul baqi, al-mu’jam al-muhfaros li alfadhil quranil karim. Darut hadis : kairo
[7] Muhammad fuad abdul baqi, al-mu’jam al-muhfaros li alfadhil quranil karim. Darut hadis : kairo
[8]               Ahmad Warsun Munawir, Kamus Al-Munawwir,…. hlm. 359
[9]               Ahmad Warsun Munawir, Kamus Al-Munawwir,…. Hkm. 360
[10]             M. Fuad Abdul Baqi, Al-Mu’jam Al- Muhfahras Li Al-FAdz Al-Qur’an al- Karim,…. hlm. 302

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AL-BURHAN, AD-DIN, AD-DUNYA, AL-FITHRAH DAN AL-HIFZH DALAM PEMAKNAAN AL-QUR’AN

Larangan Berbisik-Bisik

Kedudukan Rasio dalam al-Qur’an (Studi Pemikiran Yusuf Qardhawi)